NGGRANTES FOR DUMMIES bagian pertama
Apa lagi yang bisa kau harapkan saat kau gagal mendapatkan cintamu
Dua minggu pertama bisa terasa begitu berat, dan mungkin akan seperti ini:
(Sebuah kronologi sederhana tentang hal-hal apa yang mungkin terjadi padamu. Tulisan ini dibuat 80% berdasar pengalaman pribadi, 10% berdasar observasi lapangan, dan 10% diambil dari perjanjian lama)
I. Minggu Pertama
Hari 1 (Shock): Menghabiskan hampir 24 jam harimu dengan melamun, selama yang kau bisa pikirkan. Sulit tidur, lapar tapi sistem bawah sadarmu memaksa otakmu untuk menghentikan produksi serotonin guna menghapus nafsu makanmu dan membuatmu terus gelisah. Kamu akan sulit tidur. Kamu mencoba mengirim sms ke semua teman-teman terdekatmu, mereka akan mencoba mengatakan padamu bahwa semua akan baik-baik saja (dan pasti, tapi tidak sekarang, belum)
Hari 2 (Depresionista): Kamu akan menangis, terisak, menjerit, meraung, merengek-rengek seharian. Kamu menemukan berbagai variasi menangis, sampai akhirnya kesemuanya hanya terdengar seperti tawa yang mengejekmu.
Hari 3 (Lethargica): Aku menginginkanmu kembali, itulah yang terus terulang dipikiranmu. Namanya akan muncul dimana-mana. Memutuskan bahwa kamu akan berusaha lagi untuk mendapatkannya. Mencoba menghubunginya lewat telefon tapi akhirnya kamu ragu untuk menceritakan semua yang telah kamu alami. Akhirnya dia akan mengatakan sesuatu seperti; maap sekali ya, aku ingin kita bisa berteman.
Merasa menjadi seorang PECUNDANG (Pee-cun-dang!)
Idiot, bodoh, imbisil, konyol. Mencoba menangis tapi sulit sekali, otak kecilmu mulai kasihan pada kondisi fisikmu. Asetilkolin (Acetylcholine) mulai terbentuk untuk mencegah produksi air matamu.
Hari 4 (The KKK took My Baby Away): Mulai mencoba memperbaiki keseharianmu, makan, tapi hanya mi instan dan makanan-makanan bergizi buruk lainnya. Menyembunyikan semua hal yang berhubungan dengan dia. Fotonya, fotomu dengannya, dan apapun yang mengingatkanmu padanya; memasukkannya dalam lemari atau kolong tempat tidurmu.
Mengambil sebuah pisau dan megarahkannnya ke pergelangan tanganmu. Tapi pikiranmu berkata lain: menusuk kucing kesangannya, merusak mobilnya, mengirim Tomahawk ke rumahnya. Lalu akhirnya ingat bahwa bunuh diri hanya untuk pengecut dan kamu tak percaya sama sekali pada balas dendam.
Hari 5 (I used to be crazy about you, but now I’m just crazy): Kamu mulai mendengarkan lagu-lagu melankolis dan menyelami lirik-liriknya: The Cure, Cat Power, Bauhaus, Indigo Girl. Kamu dengan mudah dapat memahami liriknya saat pertama mendengarnya. Mulai nonton 2-3 film dalam sehari. Merokok sebanyak kau bisa, malas membereskan kamarmu, semua terasa begitu lambat dan berat.
Hari 6 (don’t leave me high. don’t leave me dry): Masih dengan musik-musik, kali ini kamu mulai tenggelam dalam shoegaze dan akhirnya melayang oleh ambient, tertidur dalam irama triphop dan downtempo. Kamu sadar bahwa menjadi seorang teman sangatlah sulit ketimbang menjadi seorang pemuja rahasia.
Mulai merasakan bahwa rasa sakit begitu nikmat, itu membuatmu merasakan hidup dan dapat merasakan “cinta”. Sadomasokis, mungkin itu istilah teknisnya.
Ekspektasimu melayang, tak hanya sebuah kisah simpel. Seorang cewek yang menyuapi roti sus pada cowoknya yang sedang maen time crisis saat menunggu film di 21. Hal-hal indah seperti pulang bareng sehabis kuliah, malem minggu, kencan makan malam. Kamu mulai mempertanyakan hubungan bernama pacaran, kamu mulai berpikir dalam soal cinta, kamu menyelami arti hidup.
Tapi semua itu hampir sia-sia. Karena bagaimanapun kamu SENDIRIAN…
tapi kamu tetap akan merasakan keindahan, mengawang, nelangsa.
Hari 7 (The Drugs Don’t Work): Nonton Film2 Skandinavia tentang cinta. Kamu akan menyadari bahwa semua orang itu sama. Tapi saat kamu jatuh cinta, kamu berpikir bahwa dia lebih baik dari semua orang dan sangat spesial. tapi semua itu hanyalah ilusi. Jadi orang yang jatuh cinta itu tak sadar, delusif…
Tapi akhirnya kamu pun merindukannya, depresi karna minimnya kontak fisik dan komunikasi
***
Saat matamu berkedut, MUNGKIN dia merindukanmu juga. Kamu telah mengatakan padanya dan setuju untuk sekedar berteman, tapi pasti kamu tak bisa mengendalikan gelora.
Mimpi pergi ke pusat semesta seperti yang selalu kamu inginkan, mengalami sebuah tur teleskop kolosal lewat teleskop terbesar di bumi. Tapi dia tak ada disampingmu untuk berbagi keceriaan malam itu. Mimpi yang berakhir bodoh…
Ingat setiap kejadian buruk pasti ada hikmahnya.
Kurang lebih begitulah minggu pertama anda, apakah minggu kedua akan lebih baik…
II. Minggu Kedua
Minggu-minggu lalu dengan diiringi lagu The Doors:The End. Kamu berpikir bahwa setiap hal pasti menemui akhir, lebih cepat lebih baik. Inilah saat tergelapmu. Berpikir bagaimana mudahnya dan tak akan menyakitkan jika kamu mati saat ini juga. Berimajinasi orang-orang dengan sekop dan cangkul menimbunmu dengan tanah hitam. Kamu mengerti kenapa beberapa orang menjadi Tuhan.
Tapi saat ini kamu berpikir keras, hal apa yang sebenarnya menyebabkan semua ini, apa yang sebenarnya ada dalam otakmu, apa yang membuat sistem solar plexus-mu labil.
Selamat telah survive di minggu pertamamu. Banyak orang yang tak sukses dalam permainan ini. Tegakkan badanmu. Pegang erat tanganmu. Kamu punya lembaran baru dan kesempatan untuk menghabiskan hari-harimu dan memaksimalkan semua potensi. Berhenti dari hal-hal yang merusak fisikmu. Kamulah yang terhebat, kamu harus mengerti bahwa dia bukanlah “the one”. Dia dari Jupiter kamu dari Merkurius, dia air dan kamu api, dia science dan kamu seni dan seleranya dalam film sungguh sucks!
Hari 8 (Sloth. Wrath. Gluttony. Greed. Envy. Lust. Pride): Kebetulan bertemu dengannya. Mengucapkan selamat hari valentine pada dia dan pacarnya tanpa maksud menyindir atau apapun. Kamu mengatakan bahwa kamu akan pergi ke pameran foto dan musik etnik, kamu berniat membeli tie-dye shirt (baju2 dengan warna-warni mencolok kepantai-pantaian dengan cat celup) dan kalung manik-manik. Sungguh menakjubkan karena kamu sama sekali tak berkeinginan menjadi Vanlentine-nya, cemburu pun tidak. Bahagia karena semua orang mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sesampainya dirumah kamu bongkar isi lemarimu, kebetulan ada kaos pemberiannya. Akhirnya kamu bakar, karena musim hujan jadi agak lembap, lari ke gudang dan tambahkan minyak tanah. Kamu benar-benar menikmati warna-warni hijau, biru, indigo, merah, dan oranye.
Hari 9-10 (Undying Symphony and Beauty of Sadness): …
Hari 11 (Return of the living dead): Selamat datang di dunia nggrantes. Saatnya merayakannya dengan teman-temanmu senasib, saling bercerita dan membuat lelucon pada nasib kalian masing-masing. Bebas lirik kanan kiri, begitu menyenankan berkomentar pada setiap orang yang lewat dihadapanmu. Merasa berkuasa atas dirimu dan seluruh dunia.
Ambil secarik kertas dan dengan bangga menuliskan “There are good things and bad things in life. The trick is not necessarily to feel good all the time, but to feel good about how you’re feeling.”
Hari 12 (Versus Terminus): Musik yang mengalir dalam hidupmu jadi tak sentimental: the Violent Vemmes, Metallica jaman2 Kill Em All, Alice in Chain, Pantera. Bahkan dalam level akut kamu mulai memuja band-band brutal death metal macem suffocation, Cannibal Corpse, Disgorge. Terobsesi untuk menonton film-film splatter horror (tipe-tipe horor ladang jagung yang sadis & kejam). Kesemuanya bukan karena patah hati atau alasan lemah lainnya. Kamu tetap menikmati film-film drama dan hal-hal sentimental lainnya. Pikiranmu terbuka karena hatimu besar, kamu sadar sepenuhnya bukan sok metal atau sok goth (ini jika kamu di jalan yang benar)
Kesemuanya membuatmu menjadi orang yang terbuka, supel, dan menyenangkan.
Hari 13 (Bitter Sweet Symphony): Sendiri, kamu teringat lagi dengannya. Walau beberapa orang yang cukup menarik perhatianmu datang, namun masih terasa sulit untuk menggantinya dengan yang lain. Sendiri di kamar.
Hari 14 (Teenage Kick): Membuat karya seni dari apa yang kamu alami, hidup itu pendek seni itu panjang. ide-ide mengalir begitu saja, walau mungkin menurut orang-orang karyamu aneh dan sulit dimengerti. WHO THE FUCK CARES. kamu telah menemukan duniamu, teman-teman baikmu, dan bahasamu. Tersenyumlah, karena pada akhirnya semua begitu berarti
-Semua lirik dan judul lagu diambil tanpa izin-
All Rights Reserved * All Wrongs Reversed
Gentur Wicaksana, 2009
